ACEHSIANACOM, Bireuen - Dinas Pendidikan Aceh melakukan sosialisasi implementasi kurikulum merdeka (IKM) dan penyelarasan kurikulum SMK dengan Dunia Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (DIDUKA). Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 5 - 6 Juli 2022 di gedung SMKN 1 Bireuen. Kepala Cabang Pendidikan (KCD) Wilayah Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid SPd MPd yang diwakili oleh Koordinator [] Kurikulumini mencakup pemenuhan kompetensi hard skill dan soft skill secara seimbang," tutur Dirjen Wikan pada Webinar Peluncuran Program Up-skilling dan Re-skilling Guru Kejuruan SMK dan Bantuan Pemerintah Bidang Kemitraan dan Penyelarasan dengan DUDI, Selasa (30/6/2020). KBRN LINGGA : SMK Negeri 1 Singkep, menggelar Workshop Penyelarasan kurikulum berbasis industri dan Penandatanganan bersama dunia usaha dunia industri, di ruangan serba guna SMK Negeri 1 Singkep, Kabupaten Lingga. Kepala SMK Negeri 1 Singkep, Samsul Hadi menyampaikan, telah di penyelarasankurikulum dengan iduka, penyelarasan diperlukan, karena smk menyesuaikan dengan kebutuhan industri lingkup kerja sama ini meliputi penyelarasan kurikulum smk yang link and match dengan kebutuhan industri, pemagangan guru dan praktik kerja lapangan peserta didik, pengembangan kelas industri, sertifikasi kompetensi lulusan smk dan Penyelarasankurikulum SMK dengan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna lulusan merupakan program (Link and Match) antara Sekolah dengan dunia industri. program ini bertujuan agar semua lulusan SMK dapat terserap ke dunia industri dengan skills yang sudah terlaltih. Hal ini sesuai amanat Inpres Nomor 9 Tahun 2016 dikeluarkan untuk menguatkan Penyelarasan kurikulum akan kita lakukan setiap tahun dikorelasikan dengan kebutuhan dunia usaha sehingga nyambung dan sesuai dengan yang dibutuhkan dalam dunia kerja," ucap Kepala SMK Teknas Denpasar Ni Wayan Parwati Asih ditemui usai acara pisah sambut Kepala SMK Teknas Denpasar dari kasek sebelumnya Ni Nyoman Sulasmini, Kamis (16/09/2021). . JAKARTA – Pendidikan vokasi disebut memiliki posisi strategis karena mendedikasikan upaya memastikan lulusannya memiliki kompetensi yang sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan di dunia kerja. Di samping itu, kerja sama antara industri dengan satuan pendidian vokasi juga dinilai penting dalam memastikan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia SDM yang berkualitas. “Ditjen Pendidikan Vokasi telah menetapkan berbagai kebijakan untuk memastikan terwujudnya relevansi yang kuat antara satuan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dunia industri," ujar Plt Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri Mitras DUDI Kemendikbudristek, Saryadi, dalam siaran pers, Sabtu 14/1/2022. Di dalam hal itu, kata Saryadi, termasuk upaya untuk mewujudkan relevansi yang kuat antara sekolah menengah kejuruan SMK dengan dunia usaha dunia industri melalui Program SMK Pusat Keunggulan PK. Dia menyampaikan, program tersebut merupakan upaya untuk membangun SMK dengan kualitas dan kinerja optimal sehingga menghasilkan lulusan yang diserap dan diapresiasi tinggi oleh dunia kerja. "Dan menjadi mercusuar bagi SMK lainnya melalui proses transformasi. Ketika SMK PK mencapai suatu level, maka SMK PK diharapkan bisa mengimbaskan praktik-praktik baik yang telah dijalankan dan bisa berbagi sumber daya dengan SMK-SMK yang lain sehingga bisa mewujudkan transformasi SMK yang bisa menjawab kebutuhan SDM saat ini dan masa depan," jelas dia. Saryadi menerangkan, untuk mewujudkan program SMK PK, berbagai aktivitas dan intervensi akan diberikan pada SMK. Mulai dari pembelajaran yang terpusat pada kebutuhan dunia kerja melalui teaching factory yang aktif dan melalui pengembangan SDM yang unggul maupun peningkatan kapasitas lembaga untuk bisa melakukan perencanaan program dan melaksanakan anggaran SMK berbasis refleksi diri. “Kemendikbudristek telah menyeleksi SMK-SMK PK yang sudah sesuai dengan kebutuhan industri. Kepala-kepala sekolah SMK PK telah dilatih, SMK punya infrastruktur yang baik, pemadanan dukungan akan lebih nyaman,” ujar dia. Kemendikbudristek telah membuka pendaftaran Program SMK PK Tahun 2022 bagi SMK di seluruh Indonesia. Sebagai lanjutan, Kemendikbudristek mulai membuka kesempatan bagi industri untuk terlibat pada Program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan. Program skema Pemadanan Dukungan itu merupakan terobosan yang dilakukan sebagai lanjutan Program SMK PK sebelumnya. Program itu bertujuan mendorong SMK agar memiliki teaching factory yang aktif, menjadi pusat pembelajaran bagi SMK lain, dan menghasilkan lulusan yang terserap dan diapresiasi baik oleh dunia kerja. Kunci utama dari skema ini adalah kemitraan dengan industri dalam bentuk investasi kepada SMK. Keterlibatan industri pada SMK PK Skema Pemadanan Dukungan akan disertai dengan manfaat yang akan didapatkan oleh industri, baik itu dari industri besar hingga UMKM. Hal ini dilakukan melalui penyelarasan, baik dalam kurikulum, pemagangan, pengakuan kompetensi lulusan, penyediaan pengajaran dari industri, dan lain sebagainya. Penyelarasan kurikulum di SMK dengan kebutuhan dunia usaha dunia industri disebut sebagai hal penting dan bermanfaat. Hal tersebut bisa mempermudah penyelarasan antara industri dan satuan pendidikan vokasi. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID LlWO7sBlCMQazJjnVkf1osNB4rzD7pt7Xz44MDBcvtUrvVLOfxPswg== 28/09/2018 Berita 19,385 Lihat Dalam Menyikapi dan menerapkan Inpres Nomor 9 Tahun 2016 dikeluarkan untuk menguatkan sinergi antar pemangku kepentingan dalam merevitalisasi SMK guna meningkatkan kualitas dan daya saing SDM . Harus dilakukan penguatan dan kesatuan pemahaman mulai dari tingkat pusat sampai tingkat daerah dan yang paling penting sosialisasi bagi penyelenggara pendidikan sangat dibutuhkan. Menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna lulusan Link and Match adalah salah satu programnya. Lalu ada Teaching Factory dengan harapan siswa dapat menghasilkan produk kemudian penerapan metode pembelajaran yang tepat seperti metode DEF Dialog, Edukasi dan Fasilitasi SMK NEGERI 4 JAKARTA berupaya untuk melaksanakan amanat inpres Revitasasli SMK dengan langkah awal mengundang dan bekerja sama dengan Industri dalam melaksanakan sinkronisasi kurikulum atau lebih jauh yaitu penyelarasan kurikulum untuk kelas ini dilaksanakan tangal 19 sd 20 September 2018 di Ruang Multi Media SMK Negeri 4 Jakarta. Kegiatan ini Bertujuan menyempurnakan pengembangan kurikulum yang selaras dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri serta Lembaga Sertifikasi Profesi Sesuai dengan amanat Revitalisasi SMK. Peserta 10 Kakomp SMK N 4 Jakarta, 10 Guru Produktif, Pengurus LSP P1 SMK N 4 Jakarta, 5 Sekolah Aliansi. Dengan nara sumber dari 7 Lembaga Sertifikasi 6 LSP dan 1 LPJK 10 DUDI berskala Nasional. Dalam kegiatan ini hadir juga Kasi SMK Dinas Dikmen Wilayah Adminitsrasi jakarta Utara 2 Bpk Drs. Dudung Durahim,MM,, dan Kasi Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Bpk. Drs. Wurdono,MM yang sekaligus membuka acara ini. Tindak lanjut kegiatan ini merupakan awal indikator kersama antara DUDI dan diharapkan dapat mewujudkan peran DUDI dalam revitalisasi SMK yang finalnya adlah terbentuknya kelas khusus Industri di SMK N 4 Jakarta. Sinkronisasi penyelarasan kurikulum SMK N 4 Jakarta telah di lakukan dengan link and mtach program kurikulumnya dengan Dunia Usaha/Dunia Industri berskala Nasional serta Lembaga Sertifikasi Profesi P3 . Industri yang bekerjasama sebagai Nara sumber dalam penyelarasan Kurikulum antara lain 1. PT. Panasonic Manufacturing Indonesia 2. PT. Catur Griya Naradipa ,3. PT. Adhi Karya ,4. PT. TOA GALVA INDUSTRY ,5. PT. PLN Persero Pusdiklat ,6. PT . KOMATSU INDONESIA, 7. PT. AUTONICS INDONESIA ,8. 9. PT. AKEBONO ASTRA BRAKE , 10. AUTO 2000 YOS SUDARSO . Sedangkan LSP yang merupakan lembaga penguji untuk sertifikasi siswa yang bisa diakui oleh DUDI antara lain 1. LSP Logam dan Mesin Indonesia, 2. LSP Elektronika Indonesia, 3. LSP Teknik Listrik ,4. LSP LAS ,5. LSP Teknik Otomotif Indonesia , 6. LSP Stickom CKI, 7. LPJK Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi. SMK …Hebat !!! SMK … Bisa !!! SMK N 4 Jakarta …. Paling Bisa !!! News Writer Lunarco Dcaprio Jakarta ANTARA News - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan beberapa progres yang sudah dicapai sebagai tindak lanjut peluncuran program pendidikan vokasi industri. Salah satunya yakni penyelarasan kurikulum bersama SMK dengan industri untuk 34 program keahlian yang terkait industri dengan memasukkan kompetensi keahlian yang dibutuhkan industri kedalam mata pelajaran yang ada di SMK. "Hasil penyelarasan kurikulum dan modul untuk 34 program keahlian tersebut telah kami sampaikan kepada Kemendikbud, Dinas Pendidikan Provinsi terkait dan SMK yang bersangkutan," kata Airlangga melalui keterangannya di Jakarta, Senin. Selanjutnya, Menperin menambahkan, telah disusun modul untuk materi pembelajaran tambahan sesuai kebutuhan industri sebanyak 34 program keahlian dengan melibatkan praktisi industri dan SMK. Bahkan, dalam upaya penyediaan peralatan praktik minimum di SMK, Kemenperin telah memberikan bantuan peralatan praktikum minimum untuk 74 SMK di Jawa Tengah dan Jawa Timur, senilai rata-rata 500 juta per SMK pada tahun 2017. Untuk peningkatan kompetensi guru produktif, pada tahun ini Kemenperin bekerja sama dengan Institute of Technical Education ITE Singapura dan Taiwan untuk pelatihan dan Kepala SMK dan guru bidang studi Produktif di bidang Teknik Permesinan, Teknik Instalasi Pemanfaatan tenaga listrik, Otomatisasi Industri dan Machine Tools, sebanyak 200 orang. Selain itu, Kemenperin juga menyelenggarakan pelatihan teknis guru produktif di Indonesia sebanyak 700 orang dan magang guru di industri sebanyak 1000 orang, serta fasilitasi penyediaan silver expert. Untuk memfasilitasi praktik kerja industri bagi siswa dan magang guru, Kemenperin mendorong perusahaan industri untuk menyediakan workshop, laboratorium, training center atau teaching factory di perusahaan serta instruktur sebagai tenaga pembimbing. "Untuk itu, kami telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan untuk pemberian insentif bagi perusahaan industri yang melakukan pembinaan dan pengembangan pendidikan vokasi," imbuhnya. Baca juga Pendidikan vokasi industri kelima diluncurkan di CilegonPewarta Sella Panduarsa GaretaEditor Monalisa COPYRIGHT © ANTARA 2018 JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud tahun lalu merilis Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi No. 5/2020 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah Fasilitasi Kemitraan dan Penyelarasan Sekolah Menengah Kejuruan SMK dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri DUDI.Dalam aturan tersebut disampaikan bahwa tujuan bantuan ini untuk memberikan dukungan pembiayaan program link and match atau ’pernikahan’ antara SMK dan tujuh kegiatan yang terkait dengan hal itu, yakni pengembangan kerja sama SMK dengan DUDI, penyelarasan kurikulum berbasis industri termasuk penerapan project based learning, pelaksanaan pembelajaran dengan kurikulum berbasis industri termasuk penerapan project based learning, pelaksanaan pembelajaran dengan menghadirkan guru industri di sekolah, penyusunan kebutuhan standar sarana dan prasarana berbasis industri, pelaksanaan praktik kerja lapangan PKL siswa di industri, dan proses penyerapan lulusan di terus didorong untuk menjadi salah satu lembaga yang mampu memasok tenaga kerja siap pakai di dunia industri. Investasi yang terus masuk ke Indonesia membutuhkan tenaga kerja terampil dan siap ditempatkan di berbagai lokasi industri. Dalam kurun waktu cukup panjang, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk memperkuat SMK di Indonesia. Pada 2016 dirilis Instruksi Presiden Inpres No. 9/2016 yang mengatur revitalisasi SMK. Inpres yang ditujukan untuk 12 menteri, 1 lembaga pemerintah nonkementerian, dan 34 gubernur. Presiden ingin agar semua lembaga di pusat maupun daerah mengawal langsung revitalisasi SMK di Indonesia masih mengalami berbagai situasi problematis. Membangun SMK yang berkualitas memang bukan perkara mudah. Guru yang berkualitas, sarana prasarana memadai termasuk teknologi yang terbaru, dan jejaring dengan industri merupakan keniscayaan yang harus dimiliki temuan penelitian kami, pengembangan vokasi di Indonesia memiliki persoalan yang begitu kompleks mulai dari paradigma, regulasi, sinergi, dan implementasi Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, 2018.Dari sisi penyerapan lapangan kerja, berdasarkan data Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2020 dari Badan Pusat Statistik, tingkat pengangguran terbuka TPT lulusan SMK paling tinggi dibanding dengan tingkat pendidikan lain, yaitu 13,35 persen, meningkat dibanding dengan Agustus 2019 10,36 persen. Apalagi pandemi sangat berdampak pada situasi ketenagakerjaan saat 29,12 juta orang 14,28 persen usia kerja yang terdampak Covid-19, terdiri dari pengangguran karena Covid-19 2,56 juta orang dan bukan angkatan kerja karena Covid-19 0,76 juta orang. Lainnya, tidak bekerja karena Covid-19 1,77 juta orang dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak 24,03 juta orang BPS, 2020.Pada kondisi ini tentu SMK harus bersiasat, karena situasi pandemi menyebabkan pembelajaran tidak dapat optimal. Untuk SMK yang membutuhkan praktik secara langsung, kondisi ini tentu lebih sulit dilakukan. Laporan ILO, World Bank dan UNESCO 2021 bertajuk Skills Development in the Ttime of Covid-19 Taking Stock of the Initial Responses in Technical and Vocational Education and Training memaparkan tentang kondisi pendidikan vokasi di masa umum laporan tersebut menunjukkan berbagai permasalahan yang dihadapi pendidikan vokasi di seluruh dunia, yaitu kurangnya infrastruktur umum dan teknologi, kurangnya platform pembelajaran jarak jauh yang efektif dan mudah digunakan, kurangnya kapasitas staf untuk mendukung pembelajaran jarak jauh, dan kendala sumber daya situasi normal saja beragam persoalan sudah menghadang pelaksanaan pendidikan vokasi di Indonesia. Penutupan sekolah akibat pandemi merupakan kesulitan yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Akhirnya, adaptasi dan transformasi SMK di masa pandemi sangat berbasis kapital atau sumber daya situasi lapangan pekerjaan yang semakin terbatas, khususnya di bidang industri, apakah rencana pernikahan’ dengan industri dapat berjalan efektif? Apakah pemerintah tidak berencana lebih mengintensifkan relasi SMK dengan konteks lokal, atau jika menggunakan istilah pemerintah, menikahkan’ SMK dengan berbagai potensi lokal yang ada di daerah? Bila menggantungkan pada industri di situasi pandemi ini tentu akan lebih sulit kondisi tersebut, perlu ada pergeseran paradigma penyiapan SMK untuk kebutuhan industri menjadi penyiapan tenaga kerja maupun wirausahawan di level lokal atau daerah. Kemdikbud dalam beberapa rilis dokumen sesungguhnya sudah memberikan perhatian terhadap pentingnya pendidikan di SMK di arahkan kepada konteks Turbulensi Pendidikan Vokasi di Era Disrupsi yang dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2019 disebut bahwa Direktorat Pembinaan SMK melakukan intervensi prioritas terhadap sektor-sektor yang dinilai potensial untuk dikembangkan, khususnya yang merupakan sumber daya lokal yang dimiliki daerah seperti bidang pariwisata, kemaritiman, pertanian, energi dan pertambangan, seni industri kreatif dan teknologi dalamnya SMK didorong untuk memiliki produk teaching factory yang mampu dipasarkan secara nasional dan internasional, sehingga memiliki keunggulan khas yang mengakomodasi kearifan lokal. Hal ini tentu menjadi tantangan yang perlu diwujudkan. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Editor Muhammad Khadafi Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam Kelas Industri merupakan salah satu program pemerintah agar dapat mencetak SDM dari SMK yang lebih berkualitas dengan bekerja sama langsung dengan perusahaan ataupun industri. SMK NU 01 Kendal dan Game Lab Indonesia melakukan sinkronisasi kurikulum Aktivitas di kantor membosankan?Karyawan engangement kurang?GAMIFIKASI-IN aja! Yuk, belajar di GAMELAB ACADEMY, belajar kapan saja, di mana saja. Kurikulum berbasis industri. Dapatkan SERTIFIKAT ketika kamu sudah selesai! Kelas Industri merupakan salah satu program pemerintah agar dapat mencetak SDM dari SMK yang lebih berkualitas dengan bekerja sama langsung dengan perusahaan ataupun industri. Instansi pendidikan khususnya SMK diberikan kebebasan untuk mencari rekanan industri yang sesuai dengan kompetensi dan tujuan dari sekolah tersebut. Beberapa sekolah ada yang bekerja sama dengan 1 atau bahkan lebih, untuk meningkatkan kualitas SDM yang nantinya hasrus dihasilkan oleh sekolah tersebut. Dengan bekerjasama dengan industri rekanan tersebut, sekolah haruslah mengikuti cara kerja atau materi dari industri tersebut, melalui Sinkronisasi Kurikulum. Hal ini dilakukan dengan tujuan menyempurnakan pengembangan kurikulum yang selaras antara Dunia pendidikan dan Dunia Industri. Salah satu partner sekolah kami, yaitu SMK NU 01 Kendal jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, telah melakukan Sinkronisasi Kurikulum sebagai awal dari proses kelas industri pada tanggal 7 ontober 2019. Dari hasil sinkronisasi kurikulum tersebut telah disepakati kurikulum yang baik dan tidak mengganggu waktu belajar reguler siswa yang mengikuti kelas industri. Karena selain kurikulum dari industri, siswa tersebut masih harus mengikuti kurikulum reguler dari pemerintah, sehingga sebisa mungkin kurikulum dari industri dibuat dan di mapping sebaik mungkin agar tidak bertabrakan dengan kurikulum reguler. Setelah disepakati kurikulum dan waktu pelaksaan maka selanjutnya guru produktif dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak yang melakukan kerjasama akan mengikuti pelatihan utnuk meningkatkan kompetensi. Pelatihan atau peningkatan kompetensi diharapkan guru akan lebih siap untuk menerapkan materi atau kurikulum dari industri kepada siswa-siswinya, sehingga materi dapat tersampaikan dengan baik. Harapan kami dengan adanya kelas industri dan kerja sama dengan sekolah atau SMK, dapat meningkatkan kualitas SDM yang dihasilkan oleh SMK, meningkatkan lapangan pekerjaan yang dihasilkan para lulusan SMK dengan membuka usaha mandiri sehingga tidak hanya bergantung pada industri namun dapat membuat sendiri perusahaan atau industrinya sendiri.

penyelarasan kurikulum smk dengan industri